Saturday, February 15, 2014

BAITI NAARI,RUMAHKU NERAKAKU

Pikir dahulu pendapatan sesal kemudian tidak berguna ,nasi sudah menjadi bubur demikian pepatah menasihatkan agar manusia tidak salah melangkah. Tetapi nafsu menundukkan akal yang lebih memilih kesenangan sejenak daripada kebahagiaan abadi. Tidak bisa disangkal lagi bahwa biang keladi kehancuran ummat manusia karena hubbun dunya cinta terhadap harta,tahta dan wanita yang seharusnya digengam ditangan berperan dalam mencari keridhaan Allah malah dielus elus didalam hati.

Kecerdasan intelektual dan emosionalnya luar biasa tetapi kecerdasan spiritualnya jongkok, sehingga minumnya terasa duri dan makannya terasa sekam,gelisah resah menyelimuti hidupnya. Kecantikan wanita yang putih mulus,matanya bak bintang kejora,hidungnya bak dasun tunggal pipinya bak pauh dilayang,bibirnya bak delima merekah,dagunya bak lebah bergantung,rambutnya bak mayang mengurai,lengannnya bak lilin dituang dan betisnya bakbetis belalang menghapus ingatanku kepada nasihat Rasulullah saw:

Seorang wanita dinikahi karena empat hal ,kekayaan,keturunan,kecantikan dan karena agamanya tetapi pilihlah yang bergama agar hidupmu bahagia.(HR.Muttafaq Alaih).

Padahal Rasul juga menekankan:

Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya sebab mungkin akan membuatnya sombong  dan jangan karena hartanya karena mungkin akan membuatnya merasa lebih  darimu,tetapi nikahilah mereka karena agamanya sesungguhnya hamba sahaya yang hitam lagi pesek hidungnya tetapi baik agamanya itu yang lebih utama.(HR.Ibnu Najah).

Imam Al Gazali menasihatkan:

Minimal ada delapan sifat yang harus dimiliki seorang istri untuk membangun rumah tangga sakinah,mawaddah warahmah yaitu taat beragama,baik akhlaknya,perawan ,subur rahimnya,jelas asal usul keluarganya,ringan maharnya dan bukan keluarga dekat suaminya tetapi yang paling utama adalah akhlakul karimah. 

Hindari enam jenis wanita sebagai calon istri antara lain:

Annanah yaitu suka mengeluh,serba salah tidak bisa menerima apa adanya alias tak pernah berterima kasih Mannanah yaitu suka mengungkit jasa pribadi atau kebaikan yang pernah dilakukannya kepada siapa saja padahal hal itu akan menghapuskan semua kebaikannya.

Hannanah yaitu selalu menyatakan rindu pada mantan pacarnya atau suaminya sekiranya dia janda.

Haddaqah yaitu setiap melihat sesuatu yang disukainya selalu ingin memilikinya,padahal mubazir bagi dirinya mengancam ekonomi keluarga walaupun mampu memenuhinya.

Syaddaqah yaitu cerewet dan suka membual tidak mau mendengar nasihat orang lain/suaminya.

Barraqah yaitu suka menghabisi waktu untuk merias diri apalagi untuk menarik perhatian yang bukan muhrimnya padahal Rasul bersabda perempuan yang model nya seperti ini akan memakan dagingnya sendiri dihari kiamat.

Tetapi banyak pria yang ingin menggaetnya membuat aku gelisah kalau kalau dia luput dariku. Segala strategi kuatur yang penting bagaimana dia bisa sebagai pendampingku,aku akan bangga memiliki istri yang enak dipandang mata walaupun belum tentu menyejukkan hatiku. Kebetulan dia menerima kehadiranku mungkin dia menilai dari kemapanan status sosialku bukan karena apa adanya aku. Itu tidak penting buatku ,aku berpikir aku kan yang bertanggung jawab buat istriku sehingga dia mampu menaati permintaanku tetapi aku tidak memperhitungkan apakah aku mampu memenuhi seluruh keinginannya.

Ortunya sangat mendukung kebersamaan kami tetapi ortuku menasihatkan  cari sekufu denganku. Memang umurnya jauh beda denganku karena aku lajang tua yang belum menikah karena belum ada wanita yang mampu merebut hatiku selain dia, sejak pacarku yang kucintai digaet pemuda yang lebih menarik dariku, mungkin dialah jodohku diberikan Allah buat pendamping hidupku.

Nasihat ortuku kuabaikan dengan harapan kedewasaanku mampu membina sigadis binal itu. Padahal Rasul bersabda:Jauhkanlah darimu menikahi wanita hadra addihan.Ditanyakan ya Rasul apa itu hadra addihan?Rasul menjawab::Wanita yang cantik parasnya namun dibesarkan dalam lingkungan yang buruk.(HR.Daruqutni).

Sejak malam pertama sudah kelihatan gelagatnya yang tidak mematuhiku,dia membalikkan dirinya dariku dengan alasan sedang kurang fit padahal sejak permulaan aqad nikah kelihatan ceria saja. Apakah dia tidak mengerti betapa Allah melaknat istri yang menolak keinginan suaminya.

Dari Ibnu Umar ujarnya :Rasulullah saw bersabda:Allah melaknat wanita yang menunda nunda yaitu seorang istri ketika diajak suaminya ketempat tidurnya menjawab nanti dulu,sehingga suaminya tertidur sendirian.(HR.Khatib).

Dari Abu Hurairah ra,ujarnya:Rasulullah saw bersabda:Apabila seorang suami mengajak istrinya ketempat tidur tetapi dia menolak untuk datang lalu suaminya  tidur semalaman dalam keadaan marah kepadanya,maka istri tersebut dilaknat malaikat sampai shubuh.(HR.Bukhari Muslim)

Mungkin dia berpikir dengan penyaluran kebutuhan bilogis seperti ini akan merusak penampilannya yang dikagumi lingkungannya selama ini padahal tujuan perkawinan adalah untuk mempertahankan kehidupan manusia didunia ini agar tetap sebagai khalifah memimpin ummat ini. Apakah mengikuti cara berfikir  49% wanita elit Amerika yang tidak ingin punya anak karena takut akan mengganggu karir atau penampilannnya.?
Untuk apa perkawinan kalau tidak bisa mencapai puncak kenikmatan seksual pasangan suami istri secara legal dan terhormat yang merupakan faktor  menentukan kebahagiaan rumah tangga? Apakah bedanya manusia yang sengaja tidak ingin pinya anak dengan pembunuh manusia secara bertahap tapi pasti?

Sebagai anak tunggal yang dimanjakan kedua ortunya memenuhi semua yang diinginkannya membuat pernikahan merupakan pengekangan terhadap kebebasannya untuk terus berkiprah apalagi dia seorang pragawati yang tetap menjaga penampilannya. Pemikirannya yang picik bahwa cantik haruslah membuka aurat didepan yang bukan muhrimnya padahal kecantikan yang dibungkus busana muslimah dan kepribadian islami tidak kalah menarik dan abadi dunia akhirat.Tinggal dirumah dan mengurusi anak dianggapnya bukan zamannya lagi dan persamaan hak wanita dan pria membuat dia risih diatur oleh suaminya.

Rasulullah saw bersabda:Seorang wanita berada paling dekat dengan Tuhannya selama ia berada dalam rumahnya.Shalat yang dilakukannya diserambi rumahnya lebih utama daripada shalatnya dimesjid.Shalat ditengah rumahnya lebih utama daripada diserambi rumahnya.sedangkan shalat yang dikamar tidurnya lebih utama daripada ditengah rumahnya.(HR.Ibnu Hibban).

Padahal suami adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam rumah tangga sedangkan istri adalah wakilnya yang harus tunduk dan patuh pada penguasa tunggal yaitu suaminya. Dari Aisyah ra,Saya bertanya kepada Rasulullah :Siapakah yang punya hak yang paling besar terhadap seorang wanita?.jawabnya:Suaminya. Saya bertanya Siapakah yang paling besar haknya terhadap laki laki/.jawabnya:Ibunya. (HR:Bazaar dan Hakim).

Seorang istri wajib lebih mematuhi perintah suaminya daripada ibu kandung yang mengandung melahirkan dan membesarkannya sejak detik detik aqad nikah dilafazkan maka lepaslah tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuannya baik urusan dunia maupun akhirat. Suami yang gagal membina istrinya yang tetap dalam keadaan fasiq karena cintanya yang berlebihan terhadap istrinya maka sang suami terhadang melangkah kedalam surga.

Padahal Imam Syafei mengingatkan ;tiga jenis manusia kalau engkau menghormati dia berlebihan niscaya mereka akan menghinamu yaitu wanita,pelayan dan orang jalanan. Karena tanggung jawab sang suami yang begitu besarnya dan resiko yang begiitu tingginya kalau sang suami mengabaikan tanggung jawabnya, maka sang istri wajib mematuhi perintahnya. Bayangkan untuk berpuasa sunnah bukan fardhu sang istri haruslah seizin suaminya padahal ibadah.

Dari Abu Hurairah,bahwa Rasulullah saw bersabda: Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada dirumah tanpa izinnya.(HR:Bukhari & Muslim). Orang awam akan bertanya apakah beribadah kepada Allah nilainya lebih rendah daripada mentaati suami.padahal suami adalah manusia biasa sebagimana istrinya? Jawabnya adalah,Allah sendiri yang menegaskan demikian, bahwa istri yang tetap berpuasa tanpa izin suaminya dinilai durhaka juga terhadap Allah.

Amalan sunnah tidak boleh mengalahkan amalan wajib yaitu mentaati suami. Sang istri tidak berhak menuntut suaminya untuk memenuhi keinginannya karena kewajiban sang suami hanya memenuhi kebutuhan istrinya sesuai dengan kemampuannya. 

Allah berfirman dalam surat At Talak ayat 7:
Liyunfiq zuu sa"atin min sa"atihi wa man qudira "alaihi rizquhu falyunfiq mimmaa ataahullaahu laa yukallifullahu nafsan illa maa ataahaa.artinya Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya.

Wa "alal mauluudi lahu rizquhunna wakiswatuhunna bilma"rufi laa tukallifu nafsun illaa wus"aha, Dan kewajiban ayah memberikan rezeki(makan)dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf.Seorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya(Al Baqarah 233).

Rasul bersabda:Kamu sekalian berkewajiban untuk memberi makan dan pakaian kepada para istri dengan layak.(HR:Muslim).

Hak istri adalah apa yang diberikan suaminya bukan seluruh yang dimiliki suaminya sehingga dia merasa bebas memberikan hak suaminya kepada siapapun  termasuk bersedekah fisabilillah padahal haruslah dengan seizin suaminya. Dari Abu Umamah Al bahili,ia berkata:Saya mendengar Rasulullah bersabda: Seorang istri tidak boleh mengeluarkan sedekah dari rumahnya tanpa izin suaminya .Para sahabat bertanya:Wahai Rasulullah bagaimana dengan makanan?Sabdanyha:Makanan itu adalah harta kita yang sebaik baiknya.(HR.Ibnu Majah).

Sudah menjadi keyakinan bagi masyarakat awam bahwa apa yang dicari suamiya seluruhnya jadi hak anak dan istrinya padahal anggapan ini bertentangan dengan al quran dan hadist.. Lebih celaka lagi dengan alasan kesibukan, menyerahkan perawatan suami sakit, kepada seseorang yang dibayarnya karena dia mampu membayarnya, padahal yang dibutuhkan orang sakit bukan hanya masaalah fisik tetapi juga psikis  yaitu perhatian dan kasih sayang sang istri.

Suami yang sakit lebih berhak mendapat perawatan istrinya bila saat yang sama anak juga sakit. Hal ini kualami setelah tiga tahun kupertahankan mahligai rumah tanggaku Allah menguji imanku dengan menderita stroke yang akhirnya menjemukan istriku.seperti jenuhnya istri Nabi Ayub as. Dari Anas bin Malik ujarnya:Beberapa sahabat Nabi saw berkata kepadanya :Wahai Rasulullah hewan ternak ini tidak berakal,tetapi sujud kepada Tuan.Kami adalah makhluk berakal maka sepatutnyalah kami bersujud kepada Tuan.Sabdanya:Tidak patut seorang sujud kepada orang lain.Sekiranya seorang boleh bersujud kepada orang lain tentu aku akan suruh seorang istri sujud kepada suaminya,karena besarnya hak suami kepada istrinya.Sekiranya suami menderita luka mulai dari ujung kakinya sampai puncak kepalanya,berbau busuk dan nanah meleleh pada tubuhnya kemudian istrinya datang kepadanya dan menjilatnya sampai kering maka baktinya seperti itu belum berarti dapat memenuhi hak suaminya.(HR:Ahmad dan Nasa"i).

Orang yang menganggap segala sesuatu bisa diselesaikan secara materi dan kehormatan itu bergantung materi akan merusak aqidah dan tatakrama dalam kehidupan Islami. Faham kebendaan seperti ini  tidak mengakui tuntutan fithrah manusia dan harkat martabatnya.akan merongrong keutuhan rumah tangga dan merontokkan kesatuan berbangsa dan bernegara.Istriku mengajukan cerai dengan alasan sudah enam bulan aku tidak menafkahinya.

Semua hartaku habis terjual dan aku rela melepaskannya dan syukurlah Allah memberi hidayah lewat penderitaanku dengan kesabaran dan sifat qanaah dengan mengingat riwayat Abu Qibalah dengan kesabaran dan kesyukurannya kepada Allah, hidup sendiri dibawah kemah ditepi pantai, tanpa kaki dan tangan,penglihatan dan pendengaran hanya lidah yang masih berucap Ya Allah alhamdulillah sekiranya engkau biarkan petir menyambarku sudah hanguslah seluruh tubuhku,andai bumi merekah menelanku terkuburlah seluruh diriku dan umpama ombak besar menyapuku sudah terseret tubuhku dan tenggelam disamudra yang ganas ini,tetapi Engkau masih menebar rahmatmu untukku.amin.

Air mata syukurku membasahi pipiku tetapi melapangkan dadaku ,ibu dan ayahku memelukku dan memboyongku kembali hidup bersama digubuk tempat kelahiranku dengan kelumpuhan separoh badanku insyaallah, Allah mengampuni dosa dosaku. Ya Allah ampunilah istriku tunjukilah dia agar bau syurga tercium kembali olehnya. Nabi saw bersabda: Seorang istri yamg minta cerai dari suaminya tanpa suatu alasan yang sah,maka ia tidak akan mencium bau surga.(HR:Tirmidzi). Padahal bau surga tercium seribu tahun lagi berjalan menuju pintu surga. 

Tetapi mantan istriku punya alasan yang sah karena aku tidak memberi nafkah lahir dan batin lebih dari enam bulan dan mungkin perceraian bisa menyingkirkan penghadang aku masuk kesurga.amin. Mungkinkah bidadari Ainul mardhiyah yang lebih cantik dari permaisuriku yang meninggalkanku menyambutku di surga Firdaus kelak,ah mana mungkin karena hartaku habis bukan fisabilillah. 

Ah,aku tidak boleh menghayal tetapi beristighfar  dan bertasbih setiap dengus nafasku dan setiap denyut jantungku sampai malaikat maut datang menjemputku. Ya Allah ya Tuhanku ampunilah dosaku ,dosa kedua ibu bapakku yang telah merawat dan membesarkanku.amiin.

disusun oleh:ALS : Minggu.16 Februari 2014.

1 comments:

  1. subhanallah....semoga kita dapat mengambil ibrah dari kisah di atas.

    ReplyDelete