Wednesday, February 19, 2014

EMAK, KAMI SAYANG BANGET


Emak kami, bunga desa dipinggiran sungai, tinggi semampai, selalu tampil apa adanya, tidak banyak assesori yang melekat pada dirinya,namun senyum selalu menghiasi bibirnya menambah simpati setiap orang yang menemuinya.Tidak mengherankan kalau pergaulannya luas tidak hanya mereka yang berpendidikan tetapi juga mereka yang tidak makan sekolahan. Walaupun pendidikannya hanya kelas dua SR alias Sekolah Rakyat tetapi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya patut diacungi jempol. Tidak kelihatan kecanggungan dirinya dalam berhadapan dengan siapapun walaupun golongan intelectual berkat kemampuan bicaranya yang dikurniakan Allah secara alami. Kemahirannya berbicara didepan umum beliau selalu diminta memberikan kata sambutan dalam acara keluarga walaupun dia bukan seorang ustazah.

Diumur lima belas tahun dia digaet pemuda yang sederhana perawakannya pendek dan menderita kyposcoliosis dimana tulang belakangnya membengkok kesamping membuat bahunya tidak simetris. Dengan kecerdasan spiritual yang dimilikinya dia tidak menilai orang dari bentuk perawakannya tetapi ketulusan hatinya sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 13:
Innaa akromakum indallahi atqaakum,innallaha alimun khobir,artinya sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Pemberi kabar.
Dari sahabat Abu Hurairah,Rasul bersabda:
Innallaahu laa yandzuru ilaa shuwarikum wa amlikum walaakin yandzuru ilaa quluubikum wa a"maalikum artinya;Sesungguhnya Allah tidak memandang akan rupamu/bentukmu dan hartamu,akan tetapi adalah hatimu dan amal perbuartanmu.(HR.Muslim dan Ibnu Majah).

Sebagai orang juru tulis diperkebunan Maligas, tak jauh dari desa kelahirannya,pemuda yang berhasil memetiknya ,penghasilannya hanya paspasan,namun karena kesederhanaannya dan beragama Islam dan atas permintaan orang tuanya, dia yakin orang tuanya tidak salah memilih untuk dirinya walaupun dia tidak pernah melihat tampangnya.Walaupun Islam memberikan hak kepada setiap wanita untuk memilih pasangan hidupnya namun dia pasrah pada ridha orang tuanya karena ridha orang tua adalah ridha Allah.Dia yakin orang tuanya pasti berpedoman kepada sabda Rasulullah saw:
Barang siapa yang menikahkan anak perempuannya dengan laki laki yang fasiq sama saja telah memutuskan kekerabatan dengannya.(HR:Ibnu Hibban).
Rasul juga pernah bersabda:Ikatan pernikahan itu nyaris seperti perbudakan maka kalian hendaknya berhati hati dimana akan meletakkan anak perempuan kalian.(HR:Abu Umar At Tauqany).
Cinta jangan berdasarkan lahiriah saja karena bila sifat itu lenyap ditelan umur maka rasa cinta akan sirna selama lamanya.
Emakku yang kecerdasan spritualnya jempolan berpedoman kepada Umu Sulaim,wanita yang soleha,janda dengan seorang anak,tidak silau dengan ketampanan dan kekayaan pemuda yang bernama Abu Thalha yang meminangnya dengan iming iming mahar yang tinggi dan hidup yang mewah namun tetap ditolaknya kecuali Abu Thalha mau masuk Islam secara sadar sebagai maharnya. Zulfah nan molek putri bangsawan yang semula menolak pinangan Zahid,pemuda gaek,miskin,jelek dan orang pinggiran akhirnya menerima setelah tahu bahwa Rasulullah saw yang memintanya. Rasulullah saw meminang Zainab binti Jahsy bangsawan Quaraisy masih kerabat Nabi Saw untuk Zaid bin Haritsah hanya bekas seorang hamba sahaya.
Bilal bin Rabah bekas hamba sahaya,pendek,hitam legam,pesek hidungnya kawin dengan adik perempuan Abdur Rahman bin Auf sahabat Rasul seorang bangsawan dan konglomerat. Apalagi Emak kami bukan ningrat dan bukan keturunan konglomerat hanya modal kecantikan yang ada pada dirinya, berjiwa besar menerima kehadiran ayah kami yang putih,mancung walaupun cacat bawaan dipunggungnya tidak mengurangi harga dirinya,tetapi sudah berkerja dan beraqidah yang sama.Emakku tetap taat pada ayahku,dan setiap keluar rumah atau apapun rencananya dia tetap meminta izin ayahku,walaupun ayahku tidak mempersoalkan hal formal seperti itu.

Perjalan hidup emak dan ayahku sejak awal dilalui dengan sabar dan mencukupkan apa adanya. Belum pernah kudengar ayah dan emakku bertengkar karena urusan dunia ini tetapi kadang emakku selalu mengingatkan ayahku masaalah sholat yang kurang istiqamah dengan cara sindiran halus. Tetapi terhadap diriku emakku  selalu ngomel panjang sampai menjengkelkanku karena kebandelanku Emak kami tidak pernah melewatkan waktu begitu saja tanpa kegiatan yang bermanfaat termasuk berdagang sandang dan perhiasan wanita.Kesuksesan yang berdagang berkat pergaulannya yang luas dan fleksibel serta tidak banyak menarik keuntungan tetapi pemasarannya yang luas.
Ayahku dilatih berdagang sandang dari perkebunan satu keperkebunan lain dan akhirnya ayahku bisa sukses dengan dagangannya dan mampu menyekolahkan kami. Disamping berdagang,emakku berhasil mengerakkan massa untuk memenangkan ayahku dalam pemilihan kepala desa dimana kami dilahirkan dan dibesarkan. Walaupun jadi kepala desa tidak banyak menambah penghasilan namun merupakan prestasi tersendiri untuk pengabdian masyarakat. Meskipun rezekinya lapang namun tetap sederhana terutama hemat dalam anggaran belanja harian tidak ada istilah makanan terbuang karena semua dirancang sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan.
Pemborosan alias mubazir adalah saudaranya setan.
Rasul menganjurkan isilah perutmu dengan sepertiga makanan,sepertiga air dan seprtiga udara.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar,bahwa ada seorang laki laki bersendawa didepan Rasulullah lalu beliau bersabda :Tahanlah sendawamu didepan kami sesungguhnya kebanyakan sendawa adalah pertanda kekenyangan didunia dan lamanya sendawa adalah kelaparan diakhirat.
Namun demikian, zakat dan sedeqah tetap dijaganya agar tidak mencuri hak orang duafah. Yang menjadi tanda tanya buatku saat ini kenapa ayah dan emak kami tidak berhaji,apakah biaya untuk itu belum mencukupi atau memang sudah berniat tapi belum terlaksana. Aku sebagai anak sulung,dan dua orang berturut turut adikku meninggal waktu dilahirkan, membuat jarakku dengan adikku yang perempuan, selisih sembilan tahun baru hadir bersamaku, membuat aku sangat kesepian dan merindukan kehadirannya. Emakku selalu menyempatkan diri mengajar aku mengaji dikala selesai sholat maghrib akhirnya aku diserahkan pada pengajian khusus dan aku khatam quran diumur 9 tahun.
Sejak aku Sekolah Dasar dia membisikkanku kalau besar jadi dokter engkau ya Tong, karena emakmu ini sakit sakitan, nanti ada kamu yang merawat emak.Utong adalah nama panggilan bocah didesaku biasa emak memanggilku dimasa kanak kanakku. Pesan emak masuk kelubuk hatiku dan aku bertekad harus bisa memenuhi keinginan emakku. Sejak kelas 3 SD aku sudah diajarkan sholat dan aku baru aktip tanpa pernah meninggalkan sholat sejak kelas lima SD dan selalu berdoa semoga Ayah dan Emakku sehat selalu karena aku takut kalau mereka tiada bagaimana aku melanjutkan sekolah mencapai cita citaku.
Ada pesan emak yang tidak bisa kulupakan,kalau mau jadi anak pintar jangan tinggalkan sholat dan berdoa kepada Allah, pada sujud terakhir mintalah ya Allah terangkanlah hatiku. Selesai sholat duduklah dengan khusyuk bacalah subhanallah 33x,alhamdulillah 33x,allahuakbar 33x dan tutuplah dengan lailahaillallah wahdahulasyarikalahu lahul mulkul walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa ala kulli syai inqadir,diteruskan dengan sholawat baru berdoa,insyallah doa dikabulkan,kata Emak.

Pesan tersebut jadi amalan tetapku insyaallah belum pernah aku gagal setiap ujian mulai SD sampai mencapai gelar dokter umum. Sehingga dalam perjalanan studiku aku lebih yakin karena doaku daripada kerja kerasku untuk bisa lulus setiap tahapan sampai akhir studiku. Disaat aku duduk dikelas dua SMP emakku berpisah dengan kami berempat untuk selama lamanya dimana usia beliau baru 30 tahun.Begitu mudanya beliau meninggalkan kami yang masih remaja tanggung dimana adikku masih berusia 5 dan 3 tahun sementara yang paling bungsu masih butuh susu dan pelukan emaknya tersayang.

Diusia 14 tahun aku menghadapi emakku sedang dijeput sakratul maut diatas ranjang aku dilahirkan. Kusaksikan nafasnya tersengal sengal sambil buih mengalir disudut bibirnya yang membiru dan kedua matanya hanya terlihat putihnya sementara aku tidak bisa berbuat apa apa. Tanpa kusadari tangisku meledak tak mampu kukendalikan. Penyesalanku mendera diriku tatkala kuingat aku melawannya ketika dia mengomeli diriku sambil aku berbisik betapa sepi hidupku tanpa dirimu.Omelilah aku emak asalkan engkau tetap bersamaku. Emakku sayang begitu cepat pergi sebelum aku bisa membalas pengorbananmu yang luar biasa yang tak mungkin kubalas walaupun bumi dan langit beserta isinya kuserahkan padamu.

Kudengar dokter yang merawatnya mengatakan emakku menderita penyakit dysenteri.Saat aku telah menjadi dokter aku bertanya pada diriku,apa mungkin dysenteri begitu mematikan ataukah dysenteri dengan komplikasi bocornya usus ataukah obat emetin obat pilihan anti amuba saat itu yang menimbulkan effek samping pada jantung emakku? Sekiranya kuhadapi emak saat ini dengan kemajuan pengobatan dewasa ini, tak mungkin emakku harus diseret penyakit seperti itu keliang lahat. Lebih jauh aku berfikir ,kenapa emakku harus menderita sampai berbulan bulan dengan tubuhnya yang kurus  kering hanya tinggal kulit pembalut tulang ,menenggelamkan kecantikannya yang masih bertahan selama ini.Jangan jangan emakku mengidap kanker usus dengan gejala mirip dysenteri.

Begitu banyak orang kutolong dalam keadaan nafas dan jantung berhenti dan koma yang dalam berminggu minggu, bisa beraktivitas kembali.Andainya aku menghadapi emakku saat ini apa mungkin harapan emakku  anaknya jadi dokter akan bermanfaat buat dirinya dengan keahlian yang kumiliki? Ah terlalu jauh aku berilusi,kalau ada pohon kalau, ditanam ditanah kalau, buahnyapun kalau. Ya Allah aku berani menentang takdirmu ,padahal Allah berfirman dalam surat Al Ankabut ayat 57,kullun nafsin zaaiqatul mauti ;tsumma ilaina turja"uuna.Artinya semua yang bernyawa pasti mati    Kemudian hanya kepada kami kamu dikembalikan.
Tidak perduli tua atau muda,kaya atau miskin,pintar atau bodoh,raja atau rakyat jelata semuanya pasti ditarik dari peredarannya.
Allah juga berfirman dalam surat An Nisa ayat 78:
Ainamaa takuunuu yudrikkumul mautu,walau kuntum fii buruujim musyayyadah,dimana saja kamu berada akan kau temui mati itu,walau kamu berlindung dalam benteng yang kokoh sekalipun. (an-Nisa': 78)

Allah juga berfirman:Walikulli ummatin ajalun;Faidzaajaaa a ajaluhum layasta"khiruuna saa "atan wala yastaqdimuuna (Al-A'raf: 34). Dan setiap ummat mempunyai batas waktu(ajal),apabila ajal sudah tiba tidak bisa ditunda tunda atau dipercepat sedetikpun.walaupun oleh dokter yang paling pintar dan dengan peralatam kedokteran secanggih apapun. Kenapa Firaun bisa mati apa yang tidak bisa dilakukannya,kenapa mumbang jatuh berserakan sementara buah kelapa yang tua,kering keriput tetap bertahan walau dilanda badai yang dahsyat? Apa orang harus sakit dulu baru bisa mati?Berapa banyak orang yang sedang tertawa terbahak bahak tiba tiba tersungkur dicengkram maut.Tidak seorangpun hamba Allah tahu dimana di akan dilahirkan atau akan dikuburkan.Emakku berkhayal jika anaknya jadi dokter  dia akan merasa nyaman, karena akan dirawat anak kesayangannya,ternyata harapan tidak sesuai dengan kenyataan .

Disaat anak kesayangannya belum tahu apa apa,dia keburu dijeput malaikat Izrail atas perintah sipemilik sejati. Tatkala aku sudah menjadi dokter ahli, ayahku  bergelut manantang maut sendirian dirumah tempat aku dilahirkan, tanpa intervensiku  sedikitpun karena aku berdomisili diseberang lautan yang luas. Sekali waktu datang seorang mempromosikan tanah pemakaman masa depan dengan berbagai informasi menakjubkan bahwa masaalah kuburan adalah masaalah yang tidak boleh diabaikan. Bukan tempat tinggal untuk hidup saja yang diperebutkan manusia namun tanah kuburanpun heboh dipersiapkan karena takut tidak akan dikuburkan.Padahal masaalah penguburan adalah tanggung jawab orang hidup bukan tanggung jawab simayat.Bagi simayat dimana saja dia dikuburkan tidak masaalah mau dilempar kelaut atau dibakar jadi abu, mau dalam perut binatang buas itu bukan urusannya,karena sama saja , ruhnya tetap berkumpul di Alam Barzah.

Kalau si mayat dibiarkan bergelimpangan tanpa dikuburkan tunggu saja akan ada berbagai bencana akan mengancam mereka yang masih hidup.Islam sudah mengatur sebaik baiknya sesuai tuntunan Rasulullah saw.kalau memang tanah sudah terbatas luasnya silakan dikuburkan diliang kubur yang sudah lama dihuni. Bukankah para jemaah haji yang wafat di Makkah dikuburkan dalam liang yang sama? Mengkapling tanah kuburan untuk dirinya sama dengan mendahului takdir Allah bahwa dia pasti mati ditempat itu. Tidak dikenal dalam Islam, ini kuburan bapakku,ini tanah pemakaman keluargaku ,hanya ada tanah wakaf untuk kepentingan umum dan tidak pakai tarif khusus.

Menziarahi kuburan siapa saja bukan khusus ibu bapak kita, hanya untuk mengingatkan kita bahwa kita hidup didunia ini hanya numpang lewat dan pasti kembali kehadiratNya.Bukankah Allah berfirman dalam surat Ar Rum ayat 64:Dan kehidupan didinia ini hanyalah senda gurau atau pemainan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya. Jangan hancurkan aqidahmu berantakan karena menjadikan penghuni kubur sebagai wasilah agar doamu diperkenankan Allah walaupun dia seorang ulama besar yang banyak pengikutnya. Tanah manfaatkanlah sebesar besarnya untuk mereka yang masih hidup bukan untuk mereka yang sudah mati. Yang penting persiapkanlah mati sebaik baiknya dengan investasi kebaikan sebanyak banyaknya terutama kebaikan terhadap kedua orang tua yang telah mengandung,melahirkan,merawat dan mendidik kita. 

Baik selama hidupnya terutama masa tuanya maupun sesudah matinya dengan mendoakan setiap saat agar Allah mengampuni dosa dosanya.Ingatlah  sayangilah apa saja yang disayanginya baik keluarga yang ditinggalkannya,hewan kesayangan maupun tanaman yang disenanginya.Begitulah cara anak yang sholeh berbakti pada orang tuanya yang telah tiada. Bukan membangun kuburannya dengan batu pualam yang indah lengkap dengan cungkup yang mewah,menyiram air dan menabur kembang yang tidak pernah dibutuhkannya.

Ya Allah sekiranya engkau tetapkan kedua orang tuaku kedalam neraka karena dosa dosanya dan aku Engkau tetapkan didalam surga ,aku mohon ya Allah pindahkan mereka kesurga dan tempatkanlah aku di neraka sebagai gantinya .Bagiku ya Allah api neraka yang membakar diriku tidak akan kurasakan ketika aku Engkau izinkan menatap wajahmu ya Allah.Amiin ya Rabbal alamin.

Disadur oleh :ALS  .Semarang 20 Februari 2014

5 comments:

  1. Jazakallah daddy, sudah berbagi kisah tentang nenek kami yang tidak pernah kami jumpai di dunia ini. Beliau ternyata sosok wanita tangguh dan hebat. Walau tak lama merasakan indahnya dunia namun beliau telah melahirkan anak-anak yang sukses di dunia insya Allah di akhirat juga. Insya Allah emak dan opung bangga dan bahagia melihat semua ini. Mudah-mudahan anak2 dan cucu2 mereka terus mendoakan dan melakukan amal kebajikan untuk mereka agar mereka ditempatkan di surga nan abadi.

    ReplyDelete
    Replies
  2. Subhanallah kisah mengharukan sekali dy dan sgt inspiratif. Subhanallah tyt nenek kami sosok wanita yg byk membr keteladanan baik di keluarga maupun masyarakat sekitar. We love u nenek. Semoga Allah membalas semua amal baik nenek.

    ReplyDelete
  3. Membaca kisah nyata ini, sosok emak (nenek) ini mirip dengan mama (emak Tatiana), ada kemampuan menjadi ustadzah, meskipun tidak berlatar belakang pendidikan agama, punya massa dan mampu mempengaruhi (influencing). Emak-nya daddy mampu mengorbitkan suaminya (Opung) utk menjadi kepala desa, sedangkan mama alhamdulillah brilliant mengorbitkan Adek yang pemalu jadi berani menghadapi khalayak dan berceramah di depan umum meniru daddy. Emak daddy memang telah tiada, tapi sosok mama mampu me-replace peran-nya. Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.

    ReplyDelete